Sunday, 24 October 2010

Kehidupan Bermasyarakat dalam Pandangan Agama Buddha

Kehidupan Bermasyarakat dalam Pandangan Agama Buddha
Berbagai persoalan yang melanda negara yang penduduknya beragama seperti Indonesia ini patut untuk selalu mempertanyakan dan menyegarkan kembali peran agama di masyarakat. Bagaimanapun juga agama telah menjadi pandangan hidup sebagian besar masyarakat Indonesia. Peran agama mamang sangat penting dalam menjamin keberlangsungan hidup masyarakat.

Tokoh agama seperti almarhum Gus Dur dan Franz Magnis-Suseno sepakat bahwa agama diturunkan untuk kepentingan manusia, alias bukan kepentingan Tuhan. Agama diturunkan untuk menyelamatkan dan memajukan kehidupan manusia. Sebab, ketika agama bukan untuk manusia, esensi nilai-nilai subtansial yang terkandung di dalamnya akan pudar ketika dihadapkan pada realitas di masyarakat atau kemanusiaan itu sendiri. Di samping itu, agama juga bisa dimaknai sebagai kritik dan kontrol masyarakat.

Setiap agama dalam masyarakat memiliki peran yang sangat penting bagi setiap individu maupun kehidupan bermasyarakat. Dimana setiap agama memiliki tujuan yang hampir sama yaitu mengatur atau mengontrol tindakan manusia agar selalu tidak bertentangan dengan norma agama dan ajaran-ajaran agama.

Disini saya ingin menjelaskan tentang pandangan agama Buddha dalam kehidupan bermasyarakat. Agama Buddha dalam kehidupan bermasyarakat memiliki peran atau fungsi yang sangat penting yakni, memiliki tujuan untuk mengatur dan mengkritikan terhadap tingkah laku atau tindakan manusia yang tidak senonoh (jauh dari nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa) dan agar dapat mengikuti apa yang diajarkan oleh prinsip dan ilmu dalam agama Buddha. Dimana didalam agama Buddha selalu diajarkan bahwa kita harus selalu mengasihi kepada sesama makhluk. Salah satu contoh sangat nyata yang dialami saya sendiri yaitu, pada tahun 2009 lalu saya mengikuti sebuah seminar yang diadakan Pulau Batam tepatnya di Hotel Pasific. Pembicara pada seminar itu adalah seorang bhikhu yang diundang berkali-kali oleh anggota DPRD Batam dari Pulau Jawa agar dapat memberikan ajaran atau pengarahan kepada masyarakat Batam. Dalam seminar itu ada suatu hal yang diajarkan kepada seluruh pendengar dan saya rasa seluruh pendengar itu akan ingat selalu terhadap kalimat tersebut, yakni diajarkannya selalu berdoa hanya dengan sebuah kalimat yaitu “Semoga Semua Makhluk Selalu Berbahagia” dan dia menjelaskan mengapa beliau mengajari para pendengar dengan kalimat ini karena kita diajarkan jangan pernah egois (memikirkan diri sendiri saja) walaupun sedang berdoa kepada Tuhan kita juga harus saling mengasihi sesama yakni berdoa untuk keselamatan semua makhluk. Ini merupakan suatu contoh tindakan mengasihi antar seluruh makhluk yang ada tanpa membeda-bedakan suku, agama, etnis, bangsa dan lain-lain.

Selain itu, salah satu lagi yang diajarkan pada agama Buddha yaitu selalu memberi pertolongan kepada siapa aja yang memerlukan bantuan atau pertolongan. Dimana setipa umat Buddha diharuskan selalu memberikan pertolongan kepada siapa saja yang memerlukan pertolongan. Dengan adanya saling mengasihi dan saling tolong-menolong maka akan tercipta kehidupan yang aman, damai dan tenteram.

No comments:

Post a Comment